DNP NewsNasional Banjir Sumatra, Korban Jiwa Bertambah Jadi 604 Orang

Banjir Sumatra, Korban Jiwa Bertambah Jadi 604 Orang

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
Banjir Bandang di Sumatra

Korban jiwa akibat banjir yang terjadi di wilayah Sumatra, terutama Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh, terus bertambah. Hingga Senin (01/12) pukul 21.00 WIB, total korban jiwa tercatat mencapai 604 jiwa.

BNPB memperkirakan 464 orang masih hilang berdasarkan data dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatra BNPB 2025. Sementara itu, sekitar 2.600 orang mengalami luka-luka.

Ada pun jumlah warga yang terdampak mencapai 1,5 juta jiwa, di antaranya 570.700 warga masih mengungsi. Jumlah itu tersebar di 50 kabupaten terdampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut.

Hingga saat ini, BNPB juga mencatat sebanyak 3.500 unit rumah mengalami rusak berat, 4.100 unit rumah rusak sedang, 20.500 unit rumah rusak ringan, 282 fasilitas pendidikan rusak, dan 271 jembatan juga ikut rusak.

BMKG Ungkap Penyebab Banjir di Sumatra

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap penyebab bencana banjir bandang hingga longsor di tiga provinsi Sumatra.

Mengutip Kompas.com, faktor utamanya adalah kemunculan fenomena siklon tropis senyar di wilayah Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat. Sehingga, memicu derasnya hujan yang terjadi pada 25 – 27 November 2025 lalu.

Menurut Faisal, kondisi cuaca pada saat itu sangatlah ekstrem. Bahkan, hujan yang turun mencakup volume curah hujan dalam satu bulan.

“Tertangkap curah hujan pada 25 November, 26 November, hingga 27 November itu sampai hitam warnanya, itu sangat ekstrem,” kata Faisal dalam rapat Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (01/12).

Ia menambahkan, tanah di wilayah tersebut tidak mampu menampung tumpahan air hujan ekstrem. Hal ini mengakibatkan bencana hidrometeorologi yang besar di tiga provinsi Sumatra.

“Nah ini yang menyebabkan bencana hidrometeorologi memang sangat masif terjadi karena tanah kemudian tidak mampu atau lahan tidak mampu dalam menahan tumpahan air hujan yang demikian banyak hingga terjadilah banjir bandang, longsor, dan banjir ya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, BMKG bersama BNPB, Basarnas, hingga Kementerian Dalam Negeri diminta untuk lebih mengantisipasi fenomena siklon tropis ke depannya. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah, DNP Integrated News