Jakarta, DNP News – Presiden Joko Widodo pada Rabu (4/9) menerima kunjungan kenegaraan pemimpin gereja katolik dunia sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus tiba di halaman Istana Merdeka pada pukul 09:35 WIB. Dia menumpangi mobil Toyota Kijang Innova Zenix berpelat SCV 1.
Kedatangannya dikawal oleh Paspampres dan tim pengamanan Vatikan. Paus terlihat duduk di kursi depan sebelah sopir.
Ia juga terlihat melambaikan tangan dan tersenyum dari dalam mobil yang kacanya terbuka kepada warga yang sudah menunggunya.
Pasukan jajar kehormatan juga terlihat menyambut kedatangan paus. Tiba di Istana Merdeka, mobil Paus berkeliling terlebih dahulu ke dalam Istana.
Di dalam Istana, terlihat sejumlah anak berpakaian adat sambil membawa bendera Indonesia dan Vatikan yang ikut menyambut kedatangan Paus.
Paus yang memakai kursi tampak bersalaman dengan anak-anak yang menunggunya. Paus terlihat menyapa mereka dan tersenyum. Anak-anak yang mendengarkan salam paus berteriak saat melihat paus tiba.
Presiden Jokowi yang menunggu di pintu masuk Istana Merdeka langsung menyambut kedatangan Paus Fransiskus.
Jokowi tampak menyapa dan menyalami paus sambil membungkuk dan tersenyum. Mereka sempat mengobrol sebentar sebelum masuk ke Istana Merdeka.
Setelah itu, Jokowi mengajaknya ke halaman depan Istana Merdeka, tampak sejumlah menteri, kardinal, dan uskup Katedral sudah berada di lokasi untuk menyambut Paus.
Para pasukan dan marching band sudah menunggu untuk menggelar upacara penyambutan kenegaraan saat Jokowi dan Paus Fransiskus hadir.
Lagu kebangsaan Vatikan dilantunkan di awal upacara, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, serta bendera pusaka kedua negara dibentangkan di Istana Merdeka.
Paus menyampaikan sejumlah topik pembicaraan saat berpidato di hadapan sejumlah tokoh di Istana Negara pada hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, Paus menyoroti semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dipegang teguh bangsa Indonesia sejak lama, di mana perbedaan orang-orang dapat dipersatukan dalam sebuah bangsa Indonesia.
Paus Fransiskus Ajak Tingkatkan Rasa Saling Percaya
Lalu, Bapa Suci juga mengutarakan keinginan gereja katolik untuk melakukan dialog antaragama dalam rangka menghapus prasangka serta meningkatkan rasa saling percaya.
Paus Fransiskus menegaskan, gereja katolik bekerja untuk melayani kebaikan bersama.
Selain itu, mereka berkeinginan untuk menguatkan kerja sama dengan berbagai lembaga negara dan aktor-aktor lain dalam masyarakat sipil.
Di hadapan Presiden Joko Widodo, ia juga menyinggung mengenai pemaksaan yang penguasa lakukan sehingga menimbulkan kekerasan di negeri sendiri.
Bahkan, Paus Fransiskus turut mengingatkan unsur keadilan sosial dalam pembukaan UUD 1945 di Indonesia.
Dalam acara pidato Bapa Suci, terlihat juga orang-orang terkaya RI hadir dan berfoto bersama di Istana. Taipan tersebut antara lain bos Salim Grup sekaligus chairman First Pacific Company Anthony Salim, bos Sinarmas Franky Wijaya, bos Indika Group Arsjad Rasjid, bos Barito Pacific Timber dan Chandra Asri Petrochemical Prajogo Pangestu, hingga pengusaha yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Gandi Sulistyanto.
Franky Wijaya mengatakan pidato yang dikumandangkan oleh Paus Fransiskus sangat menginspirasi.
Menurutnya, poin utama pidato Paus Fransiskus hari ini di Istana Merdeka adalah agar semua manusia lebih bisa menghargai keberagaman.
Dia berharap kedatangan Paus Fransiskus dapat mendorong keharmonisan terjadi antara masyarakat di indonesia. (*)
Editor: Andhika Rizky Reihansyah
Terima kasih telah membaca artikel berita dari DNP News. Dukung kami untuk terus memberi informasi yang lebih informatif dan lebih terinformasi. Info selengkapnya di sini.


