KRL ‘Overload’, KAI Minta Modal Tambahan ke Pemerintah Rp 1,8 Triliun

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Jakarta, DNP News – Kereta Api Indonesia (KAI) mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,8 triliun untuk pengadaan armada KRL.

Direktur Utama KAI Commuter Indonesia (KCI), Asdo Artriviyanto, menyatakan pengadaan sarana KRL tersebut untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.

Jumlah penumpang KRL diproyeksikan meningkat enam persen setiap tahunnya selama tahun 2024 hingga 2027.

KCI saat ini memiliki 1.088 unit kereta yang kini telah memasuki masa pensiun atau berusia 30 tahun.

Hal ini terjadi karena pengadaan sebelumnya adalah impor dari kereta bekas.

Baca juga: Viral Konten Makanan Tak Sehat, Benarkah ‘Settingan’?

Oleh karena itu, KAI perlu mengusulkan PMN 2025 untuk menambah sarana kereta baru dan menggantikan sarana yang akan pensiun.

Sehingga kelebihan muatan atau overload pada stasiun maupun kereta dapat terhindarkan.

“Ini dapat berdampak menimbulkan overload saat peak hours. Dari mulai tahun 2023 ini sudah terjadi 129 persen (okupansi KRL) pada peak hours. Apabila ini tidak terjadi pengadaan sarana, maka 2026 sampai 2027 akan melebihi 200 persen,”

ujarnya saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7), dikutip dari YouTube Komisi VI DPR RI.

Pada tahun 2023, PT KCI memiliki 118 trainset KRL. PT KCI kemudian mengkonservasi sepuluh trainset, yang menghasilkan total 108 trainset yang tersisa.

Dari jumlah tersebut, PT KCI mengoperasikan 101 trainset dan melakukan perawatan pada tujuh trainset.

Di tahun 2024, KCI kembali harus melakukan konservasi pada 19 trainset miliknya.

Sehingga saat ini, jumlah armada yang dimiliki oleh KCI hanya sebanyak 89 trainset.

Untuk mengatasi masalah ini, KCI akan melakukan pengadaan 12 rangkaian kereta baru dari PT INKA (Persero).

Baca juga: Putusan Praperadilan Pegi Setiawan, PN Bandung Kabulkan Permohonan!

KRL baru dari INKA ini akan datang di semester dua 2025.

KCI juga akan mengimpor sebelas trainset baru dari Tiongkok, di mana delapan di antaranya menggantikan rencana retrofit kereta lama yang seharusnya sebanyak 19 trainset menjadi hanya dua trainset.

Sebelas kereta impor ini akan tiba di semester satu 2025.

“Dengan kondisi teknis dari INKA sudah dilakukan assessment hanya 2 trainset yang bisa diretrofit. Sehingga 17 trainset ini tidak bisa diretrofit, kita alihkan untuk pembelian baru melalui impor. Dan untuk mengejar Semester I di 2025 kita dari 17 retrofit menjadi 8 trainset baru,”

sebut Asdo.

Pengguna KRL Semakin Ramai

KAI Commuter mencatat, hingga 1 Juli 2024 pukul 14.00 WIB volume pengguna KRL Jabodetabek mencapai 489.017 orang.

Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyebut, dengan jumlah penumpang sebanyak itu, kondisi di berbagai stasiun Commuter Line Jabodetabek terpantau relatif ramai dan kondusif.

Hal ini khususnya di stasiun-stasiun pemberangkatan dan stasiun tujuan pada pagi hari.

“Terutama di Stasiun Integrasi, Stasiun Cikarang, dan Stasiun Rangkasbitung, juga terpantau ramai kondusif,”

ujar Anne dalam siaran persnya pada Senin (1/7).

Baca juga: Kontingen Indonesia Olimpiade Paris 2024 Dilepas Presiden Jokowi 10 Juli

Lebih lanjut, volume pengguna yang naik di stasiun pemberangkatan pagi hari seperti Stasiun Bogor tercatat sebanyak 43.163 orang.

Sedangkan di Stasiun Citayam sebanyak 27.340 orang dan di Stasiun Bekasi sebanyak 26.528 orang.

Sedangkan volume pengguna pada pagi hari di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman yang berada di sekitar kawasan pusat bisnis dan perdagangan, masing-masing mencatat jumlah 44.161 orang dan 30.798 orang yang turun di dua stasiun tersebut. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah