Ledakan di Klapanunggal, Polisi Masih Tunggu Uji Labfor

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 2 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.
Ilustrasi Ledakan
Ilustrasi Ledakan
Ilustrasi Ledakan (Unsplash/Joshua Sukoff)

Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk menentukan penyebab ledakan yang terjadi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengatakan, timnya masih menunggu informasi hasil pendalaman atas ledakan yang terjadi tersebut.

“Saat ini kami masih menunggu informasi atau hasil pendalaman dari Unit Penjinak Bom dan Puslabfor Polri,”

ujar Teguh kepada wartawan, Sabtu (15/6).

Sehingga, Teguh mengaku belum bisa menyimpulkan apakah ledakan yang terjadi pada Rabu (12/6) itu, termasuk jenis low explosive atau high explosive.

Namun, ia berkata bahwa hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan tidak ada kerusakan parah pada bagian rumah korban.

“Memang ada bekas-bekas ledakan. Namun tidak sampai merembet atau menjalar ke bagian bangunan yang lain,”

lanjut Teguh.

Sebelumnya sebuah ledakan terjadi di Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (12/6) lalu.

Teguh menyebut insiden ledakan terjadi saat seorang saksi yang sedang berjualan di depan rumah korban mendengar suara ledakan.

Lantas, saksi pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Ketua RT setempat untuk menghubungi mobil Siaga Desa.

Kemudian, mobil itu tiba di lokasi dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Selang beberapa waktu kemudian, tim Jibom Brimob Polri dan Jibom Sat Brimob Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan cek TKP.

Teguh menduga bahwa ledakan yang terjadi itu berasal dari potassium chloride.

Meski demikian, hal ini akan terus didalami lebih lanjut oleh tim Densus 88 dan Sat Gegana.

Teguh juga menjelaskan bahwa Densus terlibat dalam penyelidikan ini untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara ledakan yang terjadi dengan teroris.

“Kenapa saya melibatkan Densus? Karena takutnya nanti ada keterkaitan dengan teroris. Jadi hasilnya belum bisa diumumkan,”

lanjut Teguh Kumara.