DNP NewsNasional Investasi Asing di IKN Masih Nol, Bahlil: Masih Fokus di Dalam Negeri

Investasi Asing di IKN Masih Nol, Bahlil: Masih Fokus di Dalam Negeri

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.
Bahlil Lahadalia soal Investasi Asing di IKN
Bahlil Lahadalia soal Investasi Asing di IKN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan presentasi di Raker dengan Komisi VI DPR RI. (YouTube DPR RI)

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengakui, sejauh ini belum ada investasi asing yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menyebut sudah ada banyak perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman atau MoU. Namun investasi asing masih belum datang hingga saat ini.

Bahlil menyebut pihaknya akan melaporkan secara tertulis perusahaan mana saja yang sudah menandatangani MoU.

“Agar lebih detail penjelasannya mungkin kami laporkan secara tertulis perusahaan-perusahaan yang sudah membangun MoU, membangun kesepakatan dan kapan agar saya tidak salah ngomong,”

kata Bahlil dikutip dari kanal YouTube DPR RI.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Bahlil menjelaskan alasan mengapa hingga saat ini investasi asing belum masuk di IKN.

Infrastruktur klaster pertama IKN belum selesai seratus persen, yang menyebabkan hal tersebut.

Kawasan inti pemerintahan dalam klaster pertama IKN, mencakup Istana Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu juga gedung lembaga tinggi negara seperti MPR, DPR, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bahlil mengungkapkan investor asing baru akan menanamkan modalnya ketika pembangunan IKN telah memasuki klaster kedua.

“Untuk sementara, (investor) asingnya kapan? Mereka sudah melakukan komunikasi dengan kita kawan mereka bisa memulai. Tapi, kita katakan bahwa setelah tanggal 17 Agustus (2024) baru kita lihat karena infrastruktur mereka di klaster kedua itu baru bisa di-clear-kan,”

papar Bahlil.

Lalu Darimana Investasi IKN Sejauh Ini?

Bahlil menyebut, investasi di IKN sejauh ini berasal dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Namun, pernyataan Bahlil dikoreksi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Suharso mengatakan saat ini para investor asing masih wait and see dengan progres pembangunan IKN.

Ia juga optimis investor akan tetap melirik IKN, dengan syarat tetap berjalan sesuai rencana utama yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Enggak. Domestik kan sudah banyak. Nah asing kan mereka kan wait and see. Kalau domestiknya sudah masuk, mudah-mudahan yang untuk wilayah yang lain ya, yang di sebelah sini sebelah barat, kita buka untuk siapa pun,”

ujar Suharso kepada Kompas.com, Kamis (13 Juni).