โ”‚

โ€บ DNP News โ€บ Regional Siswa SMA Menabrak KRL Hingga Tewas di Kedoya Utara

Siswa SMA Menabrak KRL Hingga Tewas di Kedoya Utara

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
โ„น๏ธ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Jakarta, DNP News – Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menabrak KRL hingga tewas di Kedoya Utara, Jakarta Barat.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (18/7) malam.

Siswa tersebut terlibat dalam aksi tawuran yang terjadi di kawasan tersebut dan tewas usai kejadian itu.

Penjaga pelintasan kereta Green Garden bernama Amarullah Hadi menuturkan, awalnya sang pelajar dan teman-temannya tawuran di pintu pelintasan kereta.

“Iya (korban terlibat tawuran), pas adzan Maghrib. Si korban, tawuran dari arah seberang (Kebon Jeruk). Saat itu ada kereta, saya bilang mundur, teman-temannya (yang belum tawuran) dari arah Polres Jakbar, langsung mundur,” kata Hadi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, meskipun telah ditegur, tawuran yang terjadi di palang kereta itu sudah tidak bisa dihindari lagi.

Sehingga siswa SMA itu menabrak KRL yang sedang melewatinya hingga tewas.

Warga sekitar juga sudah mencoba melerai aksi tidak terpuji tersebut, namun para pelajar itu tidak menggubris teguran tersebut.

“Iya, sudah kita marahi mereka (para pelajar),” sebut Amrullah.

Sementara itu, seorang warga lain bernama Bani melihat sang pelajar masih mengenakan seragam sekolah SMA.

Melihat musibah itu, orang-orang dan teman siswa SMA itu langsung kabur dari lokasi kejadian.

Setelah sepuluh menit kemudian, polisi, penjaga pelintasan dan petugas ambulans langsung mengevakuasi pelajar itu.

Petugas membawa jasad sang pelajar menggunakan kantung berwarna oranye dan mengangkutnya dengan ambulans.

Hingga saat ini petugas masih belum menemukan identitas siswa tersebut. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah


UPDATE 19/7/2024, 08:41 WIB: Terjadi perubahan atas judul artikel ini, yang sebelumnya “KRL Menabrak Siswa Hingga Tewas di Kedoya Utara” menjadi “Siswa Menabrak KRL Hingga Tewas di Kedoya Utara”. Redaksi DNP News memohon maaf atas kesalahan ini.