NewsCurrent Affairs WHO Sebut Israel Terus Hambat Pengiriman Bantuan ke Gaza

WHO Sebut Israel Terus Hambat Pengiriman Bantuan ke Gaza

Avatar Muhammad Ferdiansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.
WHO Sebut Israel Terus Halangi Pengiriman Bantuan ke Gaza.

New York – Utusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Gaza dan Tepi Barat mengatakan pada Senin (4/11) bahwa Israel terus menghambat akses terhadap bantuan kemanusiaan di Gaza.

Associated Press melalui VOA melaporkan, utusan WHO, Dr. Rik Peeperkorn, mengatakan bahwa ia berpartisipasi dalam empat misi. Dua di antaranya ke fasilitas kesehatan di Kota Gaza.

Ia mengatakan bahwa mereka perlu melakukan lebih banyak lagi. Selain itu, Peeperkorn juga memperingatkan bahwa beberapa rumah sakit tidak akan lagi berfungsi jika bantuan tidak segera tiba.

Misi pimpinan WHO adalah mengirimkan bahan bakar, pasokan medis, darah, serta makanan dan air untuk para pasien dan staf kesehatan.

“Saya hanya ingin menekankan betapa dramatisnya situasi di bagian utara Gaza, setidaknya, sekarang ini. Ada tiga rumah sakit di sana, Kamal Adwan, al-Awda, dan rumah sakit Indonesia. Rumah sakit Indonesia tidak berfungsi lagi. Kamal Adwan dan al-Awda berfungsi minimal. Al-Awda mungkin akan berfungsi jika, WHO merencanakan misi lain akhir minggu ini. Jika kami tidak diizinkan, tidak difasilitasi, rumah sakit itu akan segera berhenti beroperasi juga,” katanya kepada wartawan.

Peeperkorn menambahkan bahwa mereka hanya mengizinkan tujuh dari begitu banyak misi yang diupayakan selama Oktober.

Sementara itu, mereka menolak dan menghambat yang lainnya tanpa penjelasan, ujarnya. Selain itu, fasilitas medis juga terus menjadi sasaran.

“Tidak lama setelah misi WHO meninggalkan Kamal Adwan, dan Anda pasti sudah mendengar hal ini juga, terdapat laporan bahwa fasilitas tersebut, lantai tiganya, dihantam kembali, [dan] melukai enam anak-anak, atau pasien di sana dan seorang anak mengalami luka kritis,” lanjutnya.

Pengeboman dan kurangnya akses semakin menghambat UNICEF dan WHO dalam menggalakkan kampanye vaksinasi polio, katanya.

Kedua organisasi itu meluncurkan kampanye tersebut setelah mereka mencatat seorang bocah lelaki berusia 10 bulan sebagai kasus pertama polio yang dikonfirmasi di wilayah Gaza pada awal tahun ini.

“Jadi, target untuk bagian utara adalah 190.000 anak, dan setelah dua hari pertama, kami telah memvaksinasi lebih dari 90.000, hampir 94.500 anak-anak berusia di bawah 10, yang merupakan hampir 80%, persisnya 79% dari target. Dan 75.000 anak mendapat vitamin A. Jadi, ini lebih tinggi dari kampanye putaran pertama, setidaknya untuk Kota Gaza, karena semua ini, sekali lagi, para pengungsi internal yang berasal dari wilayah utara,” lanjutnya.

Mereka memulai kampanye dalam skala kecil untuk memberikan dosis kedua vaksin polio pada hari Sabtu di beberapa bagian Gaza utara.

Pernyataan PBB mengatakan bahwa mereka telah menunda kampanye itu sejak 23 Oktober lalu karena kurangnya akses, serangan bom Israel, perintah evakuasi massal, dan kurangnya jaminan bagi jeda kemanusiaan.

Mereka memberikan dosis pertama pada September lalu di seluruh Jalur Gaza, termasuk di bagian utara. (VOA Indonesia)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah, DNP Integrated News ([email protected])