โ”‚

Israel Serang Lebanon, 492 Orang Tewas, Ribuan Luka-Luka

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
โ„น๏ธ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Lebanon – Setidaknya 492 orang tewas usal Israel serang wilayah Lebanon yang intens dan luas yang menargetkan Hizbullah.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan hal itu pada hari konflik paling mematikan di sana dalam 20 tahun terakhir.

Ribuan keluarga juga telah meninggalkan rumah mereka saat militer Israel mengatakan pihaknya menyerang 1.300 sasaran Hizbullah.

Israel menyatakan, mereka melakukan serangan untuk menghancurkan infrastruktur yang telah dibangun oleh Hizbullah sejak 2006.

Sementara itu, Hizbullah meluncurkan lebih dari 200 roket ke Israel utara, menurut militer. Paramedis mengatakan dua orang terluka akibat pecahan peluru.

Negara-negara besar telah mendesak untuk menahan diri karena kedua belah pihak tampaknya semakin dekat menuju perang habis-habisan.

Dilansir dari BBC, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 35 anak-anak dan 58 wanita termasuk di antara korban tewas, sementara 1.645 lainnya terluka.

Namun mereka tidak melaporkan berapa banyak korban yang merupakan warga sipil atau kombatan.

Menteri Kesehatan Firass Abiad mengatakan ribuan keluarga juga mengungsi akibat serangan tersebut.

Reaksi Dunia Usai Israel Serang Lebanon

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan kekhawatirannya atas situasi yang meningkat atas Israel yang serang wilayah Lebanon.

Antonio juga mengatakan bahwa ia tidak ingin Lebanon “menjadi Gaza yang lain”.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan “eskalasi ini sangat berbahaya dan mengkhawatirkan” menjelang pertemuan para pemimpin dunia di PBB di New York.

Ia juga menambahkan bahwa “kita hampir berada dalam perang besar-besaran”.

Pertempuran lintas batas antara Israel dan Hizbullah, yang dipicu oleh perang di Gaza, telah berlangsung hampir setahun dan menewaskan ratusan orang.

Sebagian besar dari mereka adalah pejuang Hizbullah, dan membuat puluhan ribu orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Lebih lanjut, Hizbullah mengatakan mereka bertindak untuk mendukung Hamas dan tidak akan berhenti sampai ada gencatan senjata di Gaza.

Pentagon mengatakan pihaknya telah mengirim sejumlah pasukan tambahan AS ke Timur Tengah di tengah meningkatnya krisis. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah, DNP Integrated News


Terima kasih telah membaca artikel berita dari DNP Integrated News. Dukung kami untuk terus memberi informasi yang lebih informatif dan lebih terinformasi. Info selengkapnya di sini.