Korea Utara Alihkan Transmisi TV ke Satelit Rusia dari Tiongkok

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

DNP News – Korea Utara resmi alihkan transmisi siaran TV pemerintah ke satelit Rusia dari satelit Tiongkok.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Senin (1/7) mengatakan, pemantauan siaran tersebut akan menjadi tantangan bagi pemerintah dan media Korea Selatan.

Penyedia layanan parabola Korea Selatan mengatakan kepada Reuters bahwa satelit Rusia, Express 103, telah membawa sinyal dari Korean Central Television.

Perubahan satelit transmisi ini menyusul kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Korea Utara pada bulan Juni lalu, di mana ia bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan menandatangani perjanjian untuk memperdalam kerja sama di semua bidang termasuk janji pertahanan bersama.

Baca Juga: Rusia dan Korea Utara Berjanji untuk Siap ‘Saling Bantu’

Instansi dan media pemerintah Korea Selatan memantau media pemerintah Korea Utara, karena merupakan sumber informasi terbatas.

“Korea Utara berhenti menggunakan satelit Tiongkok yang ada dan mulai mentransmisikan siaran melalui satelit Rusia, dan penerimaan siaran satelit dibatasi di beberapa wilayah di wilayah kami,”

kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan kepada Reuters.

Entitas resmi di Korea Selatan memerlukan akses ke layanan satelit untuk menonton siaran Korea Utara.

Selain itu, masyarakat umum juga dilarang untuk mengakses media dari negara tersebut.

Lembaga penyiaran nasional Korea Selatan, KBS, juga merasakan hal ini, yang mengandalkan KCTV sebagai jendela untuk mengakses negara yang terisolasi tersebut.

“Biasanya, saat ini siaran sedang berjalan lancar, tapi yang Anda lihat hanyalah layar hitam. Sinyal satelit tiba-tiba hilang,”

kata seorang reporter KBS dalam program berita pada hari Senin, sambil menunjuk ke layar hitam.

KBS melaporkan bahwa sinyal dari satelit Rusia menumpang tindih pada pita frekuensi domestik tertentu, yang menyebabkan kesulitan dalam penerimaan transmisi di Korea Selatan.

Selain itu, satelit Tiongkok yang saat ini digunakan Pyongyang mendekati akhir masa pakainya, yang diperkirakan pada tahun 2027. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah