Jokowi Lantik Wamen Baru, Transisi ke Pemerintahan Baru?

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Jakarta, DNP News Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi lantik tiga wakil menteri (wamen) baru di kabinetnya kali ini.

Jokowi melantik beberapa wamen baru, yang di antaranya Wakil Menteri Keuangan II, Wakil Menteri Pertanian, dan Wakil Menteri Investasi.

Presiden melantik Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan II, sehingga Sri Mulyani kini memiliki dua wakil menteri di Kemenkeu.

Selain itu, kepala negara juga melantik Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian, yang menggantikan posisi Harvick Hasnul Qalbi.

Serta Yuliot yang juga mengisi posisi baru di kabinet Jokowi sebagai Wakil Menteri Investasi.

Ketiga wamen baru tersebut akan mengisi sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju yang kini tersisa tiga bulan lagi hingga Oktober mendatang.

Lantik wamen baru, transisi pemerintahan baru ala Jokowi?

Dua dari tiga wakil menteri baru yang Jokowi lantik kali ini, merupakan orang-orang terdekat dari presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Thomas Djiwandono, saat ini merupakan Bendahara Umum Partai Gerindra, yang sekaligus juga keponakan dari Prabowo Subianto.

Sementara itu, Sudaryono menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah.

Berbeda dengan Yuliot, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM.

Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani menilai bahwa pelantikan tiga wamen ini sebagai langkah memuluskan transisi pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin ke Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ia menyatakan bahwa harus ada keyakinan terhadap kestabilan iklim, khususnya iklim ekonomi Indonesia, selama transisi kekuasaan dari Jokowi ke Prabowo.

“Ekonomi adalah tentang keyakinan. Pasar harus mempunyai keyakinan bagaimana transisi pemerintahan dan program pemerintah bisa berjalan dengan baik. Pengisian posisi para wakil menteri ini adalah bentuk langkah Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto untuk proses transisi yang mulus,” kata Ajib, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (18/7).

Ajib menyatakan bahwa potensi untuk mencapai Indonesia Emas 2024 sangatlah besar.

Namun, ia juga menekankan bahwa potensi ini menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks seiring dengan mendekatnya transisi pemerintahan yang baru. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah