โ”‚

Hamas Tunjuk Yahya Sinwar Sebagai Kepala Biro Politik Baru

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
โ„น๏ธ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.
Hamas resmi tunjuk Yahya Sinwar

Gaza, DNP News – Hamas resmi tunjuk Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik barunya, yang menggantikan Ismail Haniyeh.

Dalam keterangannya, Sinwar menggantikan Haniyeh yang tewas terbunuh di Teheran, Iran.

“Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengumumkan terpilihnya Komandan Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik, menggantikan Komandan Ismail Haniyeh yang telah wafat menjadi martir, semoga (Tuhan) mengasihaninya,” ungkap Hamas dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Jazeera.

Usai pengumuman itu, sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, menyebut mereka menembakkan berbagai roket dari Jalur Gaza ke arah Israel.

Iran dan Hamas menyalahkan Israel atas pembunuhan Ismail Haniyeh.

Namun, Israel telah menolak untuk mengomentari pembunuhan terhadap pemimpin Hamas tersebut.

Israel menganggap Sinwar sebagai dalang di balik serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu di wilayahnya.

Serangan itu menewaskan lebih dari 1.100 orang dan menawan lebih dari 200 orang.

Lebih lanjut, seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada AFP, dengan resminya Hamas tunjuk Yahya Sinwar, mereka mengirimkan pesan yang kuat kepada Israel, bahwa Hamas akan terus melanjutkan perlawanan.

“Pembunuhan Haniyeh, yang percaya bahwa kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan akan tercapai, membuat Hamas memilih seorang pemimpin yang mampu mengatur pertempuran dan perlawanan terhadap musuh,” jelas pejabat tersebut.

Para analis mengatakan bahwa penunjukan Sinwar, yang sebagian besar tidak terlihat sejak serangan 7 Oktober, adalah indikator penting dari posisi Gaza dalam visi politik kelompok tersebut.

“Dia (Sinwar) telah melejit ke posisi berpengaruh di Hamas, memimpin Hamas di Gaza. Pilihan Hamas untuk menunjuknya sebagai pemimpin gerakan tersebut kini menempatkan Gaza sebagai pusat perhatian, bukan hanya kejadian di lapangan, namun juga dinamika dalam gerakan Hamas,” kata Nour Odeh, seorang analis politik Palestina, kepada Al Jazeera.

Kelompok Hizbullah menyambut baik penunjukan Sinwar, dan menyebutnya sebagai pesan yang kuat bahwa Hamas bersatu dalam pengambilan keputusan.

“Memilih Yahya Sinwar dari jantung Jalur Gaza yang terkepung, yang berada di garis depan dengan pejuang perlawanan dan di antara anak-anak bangsanya, di bawah reruntuhan, blokade, pembunuhan dan kelaparan, menegaskan kembali bahwa tujuan yang ingin dicapai musuh adalah membunuh para pemimpin telah gagal,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, seorang anggota Dewan Syura Hamas mengatakan, pembunuhan Haniyeh tidak akan menghentikan perlawanan.

“Hamas akan tetap kuat dan kohesif dengan Sinwar sebagai pemimpinnya, yang mengelola konfrontasi dengan penjajah,” ungkap pejabat kepada AFP.

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, serangan Israel di Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 39.653 orang. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah


Terima kasih telah membaca artikel berita dari DNP News. Dukung kami untuk terus memberi informasi yang lebih informatif dan lebih terinformasi. Info selengkapnya di sini.