Kebanyakan orang kini mengenal “.ai” sebagai ekstensi domain favorit perusahaan startup kecerdasan buatan. OpenAI, xAI, Midjourney, hingga ribuan startup AI lainnya memakai .ai karena singkat, keren, dan langsung memberi kesan “artificial intelligence”.
Tapi tahukah kamu bahwa setiap kali ada yang mendaftarkan domain .ai, jutaan dolar langsung mengalir ke wilayah kecil bernama Anguilla di Laut Karibia?
Anguilla, wilayah seberang laut (atau overseas territories) Britania Raya ini memiliki populasi hanya sekitar 15.000 jiwa. Wilayah ini secara resmi memegang country code Top Level Domain (ccTLD) .ai sejak tahun 1995.
Domain .ai Booming Sejak 2018
Pemerintah Anguilla menunjuk perusahaan offshore bernama Vince Cate untuk mengelola registrasi domain ini pada era 90-an.
Sejak itu, semua pemasukan dari penjualan dan perpanjangan domain .ai masuk ke kas pemerintah Anguilla.
Sebelum tahun 2018, domain .ai kurang diminati. Pemerintah Anguilla hanya mengantongi sekitar 2-3 juta dolar per tahun. Namun, sejak AI menjadi tren global pada 2018-2019 dan meledak total setelah ChatGPT rilis akhir 2022, permintaan domain .ai melonjak drastis.
Data resmi menunjukkan bahwa pendapatan dari domain ini terus meningkat. Pada tahun 2022. pendapatannya mencapai 27 juta dolar AS. Sedangkan di tahun berikutnya, penghasilannya melonjak menjadi lebih dari 100 juta dolar AS.
Lalu di tahun 2024, penghasilan negara ini diproyeksikan bisa mencapai 150 hingga 200 juta dolar AS. Artinya, dalam dua tahun saja, pendapatan domain .ai naik hampir 50 kali lipat!
Kepopuleran AI Bawa Cuan

Harga registrasi biasanya berkisar US$100-150 untuk dua tahun (minimum periode registrasi). Perpanjangan juga sama. Registrar populer seperti Namecheap, GoDaddy, atau langsung di whois.ai mengambil margin, tapi sebagian besar uang tetap mengalir ke pemerintah Anguilla. Dengan ratusan ribu domain .ai aktif saat ini, negara ini akan terus meraup keuntungan.
Pendapatan domain .ai kini menyumbang lebih dari 50% total anggaran pemerintah Anguilla, bahkan mengalahkan sektor pariwisata yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung ekonomi. Pemerintah setempat memanfaatkan dana ini untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan cadangan bencana alam (karena Anguilla sering dilanda badai).
Selama tren AI terus menunjukkan tren positif dalam dekade mendatang, Anguilla akan terus menikmati “royalti digital” ini tanpa perlu membangun server atau pusat data sendiri. Mereka hanya duduk manis sambil menerima transfer dari registrar di seluruh dunia.
Jadi, lain kali kamu melihat startup keren pakai domain .ai, ingat saja: ada negara kecil di Karibia yang ikut tersenyum lebar setiap kali domain itu terdaftar.


