KelonFacts Kenapa Hujan Gerimis Membuat Kepala Pusing? Ini Penjelasannya

Kenapa Hujan Gerimis Membuat Kepala Pusing? Ini Penjelasannya

Avatar Muhammad Ferdiansyah
man in green and blue stripe polo shirt holding umbrella

Pernah mendengar nasihat orang tua zaman dulu yang mengatakan, “Jangan main hujan-hujanan, nanti sakit!” atau “Awas hujan gerimis, nanti kepalanya pusing”?

Ternyata, nasihat ini bukan sekadar mitos belaka. Banyak dari kita yang merasa tubuh baik-baik saja saat menerobos hujan deras, tetapi justru langsung merasa demam atau sakit kepala hebat setelah terkena hujan gerimis atau rintik-rintik.

Aneh, kan? Secara logika, harusnya hujan deras yang bikin kita lebih basah dan kedinginan. Tapi nyatanya, tetesan gerimis yang mengenai kepala terus-menerus itu justru memicu respons unik di tubuh kita. Pusing yang tiba-tiba muncul itu sebenarnya sinyal kalau tubuh sedang bekerja keras menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca yang mendadak.

Penasaran kenapa bisa begitu? Yuk, kita bedah bareng-bareng alasan medis di balik fenomena ini dan cari tahu bagaimana tubuh sebenarnya bereaksi. Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Daftar isi

Perubahan Suhu Tubuh yang Mendadak

Alasan utama mengapa kepala terasa pusing setelah terkena gerimis adalah perubahan suhu yang drastis di area kepala. Saat air hujan yang bersuhu dingin mengenai kulit kepala yang hangat, terjadi reaksi penyempitan pembuluh darah secara mendadak. Hal ini sejalan dengan penjelasan dari Mayo Clinic yang menyatakan bahwa perubahan cuaca dan suhu ekstrem adalah salah satu pemicu umum sakit kepala pada individu yang rentan.

Tubuh manusia selalu berusaha menjaga suhu internal agar tetap stabil. Ketika kepala terkena air dingin, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan energi ekstra untuk menyeimbangkan suhu di area tersebut. Proses ini memaksa pembuluh darah menyempit (untuk menahan panas) dan kemudian melebar kembali.

Aktivitas pembuluh darah yang tidak stabil inilah yang sering kali memicu rasa nyeri berdenyut di kepala atau pusing. Selain itu, rambut yang basah dan lembap karena gerimis akan menahan suhu dingin lebih lama di kulit kepala, membuat sensasi pusing bertahan lebih awet dibandingkan jika langsung mengeringkan rambut.

Kandungan Asam dan Polusi pada Air Hujan

A man riding a motorcycle down a street at night
Campuran air hujan gerimis dan polusi, terutama dari kendaraan bisa memengaruhi reaksi tubuh. (Foto oleh Dominic Kurniawan Suryaputra di Unsplash)

Kita harus ingat bahwa air hujan yang turun dari langit tidaklah murni 100 persen air bersih. Saat jatuh ke bumi, air hujan melewati lapisan atmosfer dan “mencuci” berbagai partikel yang ada di udara.

Terutama bagi yang tinggal di kota besar atau kawasan industri, air hujan sering kali bercampur dengan polusi, debu, dan gas emisi kendaraan. Hal ini membuat air hujan cenderung bersifat asam atau mengandung zat kimia tertentu.

Saat air yang mengandung polutan ini mengenai kulit kepala dan meresap (atau uapnya terhirup), bagi sebagian orang yang sensitif, hal ini bisa memicu reaksi alergi ringan atau iritasi. Mengutip informasi dari UCAR Center for Science Education, paparan polutan udara dalam jangka pendek pun dapat memicu gejala fisik seperti sakit kepala dan pusing ringan sebagai respons tubuh terhadap zat asing.

Penurunan Daya Tahan Tubuh Akibat Tekanan Udara

Faktor ketiga yang sering diabaikan adalah kondisi lingkungan saat hujan turun. Biasanya, saat mendung atau hujan, tekanan udara (barometrik) di sekitar menjadi lebih rendah dibandingkan saat cuaca cerah.

Perubahan tekanan udara ini dapat mempengaruhi kadar oksigen yang dihirup dan juga mempengaruhi tekanan di dalam rongga sinus serta telinga. Bagi orang yang memiliki riwayat sakit kepala tegang atau masalah sinus, perubahan tekanan ini saja sudah cukup untuk memicu sakit kepala.

Sebuah studi yang dipublikasikan di National Institutes of Health (NIH) bahkan menemukan hubungan langsung antara penurunan tekanan atmosfer dengan peningkatan frekuensi sakit kepala pada pasien migrain. Ditambah dengan kondisi tubuh yang kedinginan karena gerimis, sistem imun menjadi sedikit melemah, yang mempercepat timbulnya gejala sakit kepala atau flu.

Tips Mencegah Pusing Setelah Terkena Hujan Gerimis

Jika terlanjur kehujanan atau terkena hujan gerimis di perjalanan, jangan panik. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan segera untuk mencegah sakit kepala atau pusing menyerang:

1. Segera Keramas dengan Air Hangat

Langkah pertama yang paling krusial adalah membilas rambut. Gunakan air hangat untuk membantu menaikkan kembali suhu tubuh dan membuka pori-pori kulit kepala. Pastikan menggunakan sampo untuk membersihkan sisa-sisa polutan atau zat asam yang mungkin terbawa air hujan.

2. Keringkan Rambut Sesegera Mungkin

Jangan biarkan rambut basah atau lembap terlalu lama. Setelah keramas, segera keringkan rambut dengan handuk atau pengering rambut (hair dryer). Rambut yang kering akan membantu menstabilkan suhu di area kepala dan mencegah pembuluh darah berkontraksi kembali.

3. Minum Minuman Hangat

Setelah tubuh bagian luar kering, hangatkan tubuh dari dalam. Minumlah teh hangat, jahe, atau sekadar air putih hangat untuk membantu melancarkan peredaran darah dan memberikan rasa rileks pada tubuh.

4. Istirahat Sejenak

Berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi kembali. Hindari langsung beraktivitas berat atau berada di ruangan dengan AC yang terlalu dingin segera setelah terkena hujan.