โ”‚

Militer Israel Paksa Tutup Kantor Biro Al Jazeera di Ramallah

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
โ„น๏ธ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Ramallah – Pasukan militer Israel menggerebek dan paksa tutup kantor biro Al Jazeera di Ramallah, Tepi Barat pada Minggu pagi.

Mereka memerintahkan penutupan biro tersebut selama kampanye yang semakin luas oleh militer zionis itu.

Menurut laporan Associated Press, kampanye tersebut menargetkan media Qatar karena pemberitaannya tentang perang antara Israel dan Hamas.

Saat penggrebekan, Al Jazeera menayangkan secara langsung saat pasukan Israel memerintahkan untuk paksa tutup selama 45 hari.

Otoritas Israel mengeluarkan perintah luar biasa pada Mei yang diikuti oleh tindakan tersebut. Hal itu membuat polisi zionis menyerbu lokasi siarannya di Yerusalem Timur.

Pada saat itu, mereka menyita peralatan yang ada di lokasi itu, mencegah siarannya di Israel dan memblokir situs webnya.

Langkah ini menandai pertama kalinya bagi Israel menutup media berita asing yang beroperasi di negara itu.

Sementara itu Al Jazeera mengecam tindakan Israel tersebut sambil terus menyiarkan langsung dari Amman di negara tetangga Yordania. 

Mereka kemudian merobohkan spanduk yang digantung di balkon kantor Al Jazeera.

Spanduk itu menampilkan gambar Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis Palestina-Amerika yang pasukan Israel tembak mati pada Mei 2022.

“Ada putusan pengadilan untuk menutup Al Jazeera selama 45 hari,” kata seorang tentara Israel kepada Kepala Biro Tepi Barat, Walid al-Omari, dalam rekaman langsung.

“Saya meminta Anda untuk mengambil semua kamera dan meninggalkan kantor saat ini juga,” ujar tentara itu lagi.

Al-Omari kemudian mengatakan bahwa pasukan militer Israel mulai menyita dokumen dan peralatan di kantor biro media tersebut.

Sementara itu gas air mata dan suara tembakan terlihat dan terdengar di kawasan kantor tersebut. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah, DNP Integrated News 


Terima kasih telah membaca artikel berita dari DNP Integrated News. Dukung kami untuk terus memberi informasi yang lebih informatif dan lebih terinformasi. Info selengkapnya di sini.