Banjir dan Longsor Sumatera Utara, BNPB: 3.840 Keluarga Mengungsi

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
Ketua BNPB Suharyanto soal Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 3.840 keluarga mengungsi pasca banjir dan longsor yang mengguncang sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut, para pengungsi tersebut tersebar di sejumlah titik pengungsian di tujuh kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara.

“Kemudian untuk pengungsian, ini tersebar, jumlahnya lebih dari seribuan KK,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (28/11), dikutip dari YouTube BNPB Indonesia.

Di Tapanuli Utara misalnya, terdapat titik pengungsian di jalur penghubung Tarutung-Sibolga, yakni di sebuah gereja dengan jumlah 600 kepala keluarga (KK).

Sementara di Tapanuli Tengah, pengungsian terkonsentrasi di Gelanggang Olahraga (GOR) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Tapanuli Tengah, dengan jumlah 1.100 KK.

Pada malam hari, jumlah pengungsi di sana mencapai 1.100 KK. Namun, pada siang harinya, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 600 KK karena sebagian warga keluar membantu membuka akses-akses yang masih terputus.

BNPB juga mencatat pengungsi di wilayah Tapanuli Selatan sekitar 250 KK yang mengungsi. Di Kota Sibolga terdapat sekitar 200 KK, dan di Humbang Hasundutan sekitar 150 KK.

Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Selain jumlah pengungsi, dalam konferensi pers, BNPB juga memperbarui data korban jiwa akibat bencana tersebut. Hingga Jumat (28/11) sore, tercatat 116 orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya masih dalam pencarian.

Meski demikian, Suharyanto mengatakan bahwa angka tersebut berpotensi terus bertambah, seiring masih adanya sejumlah titik longsor yang belum dapat ditembus.

“Tentu data ini akan berkembang terus karena kami informasikan juga masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus, yang masih dalam proses penanganan,” kata Suharyanto.

Korban meninggal dunia tersebar di beberapa wilayah, yakni di Tapanuli Utara 11 jiwa, Tapanuli Tengah 47 jiwa, Tapanuli Selatan 32 jiwa, Kota Sibolga 17 jiwa, Humbang Hasundutan 6 jiwa, Kota Padangsidimpuan satu jiwa, dan Pakpak Bharat dua jiwa. Ada pun di Mandailing Natal, belum ada laporan korban meninggal dunia. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah