Medan, DNP News – Sebuah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dibakar warga.
Kejadian itu terjadi di Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Kamis (11/7).
Mobil damkar yang dibakar warga itu bernomor polisi BK 8851 M.
Akibatnya, kebakaran itu nyaris membuat sang mobil ludes terbakar pada bagian depannya.
Hingga Kamis (11/7) pukul 13:30 WIB, mobil tersebut masih berada di Jalan H Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Naasnya, mobil tersebut sudah nyaris berubah warna dari merah menjadi hitam akibat kebakaran tersebut.
Menurut informasi, bentrok terjadi antara warga dengan personel Satpol PP, pihak kepolisian dan TNI, saat proses pembongkaran bangunan di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Lebih lanjut, sebanyak tiga personel Satpol PP Kabupaten Deliserdang luka-luka dalam bentrokan ini.
Sementara dari tiga personel itu, salah satunya mengalami luka di kepala dan harus mendapatkan 15 jahitan.
Menurut dugaan, ia terkena lemparan batu dari massa yang menolak penertiban.
“Ada tadi beberapa korban. 3 laporan yang kena. 2 yang dibawa klinik,”
kata Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Satpol PP Kabupaten Deliserdang, Awal Kurniawan.
Kasi Pengendali Operasi dan Komunikasi Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Deli Serdang Donny Reinhard membenarkan peristiwa itu terjadi di Desa Sampali.
Namun belakangan ada warga yang terprovokasi dan berlaku anarkis hingga bentrok tak terelakkan.
Donny menyebut saat petugas tiba, situasi di lokasi sudah ricuh dan massa ada yang membakar ban.
Namun, ketika petugas mencoba memadamkan pembakaran ban tersebut, warga justru menyerang mobil pemadam kebakaran itu.
“Pada saat itu, kita masuk itu sudah terjadi lempar-lemparan, awalnya kacanya duluan yang pecah. Kemudian massa maju sambil melemparkan seperti bom molotov gitu. Pada saat itu kan mau padamkan kobaran pembakaran ban-ban itu. Cuman ketika posisi unit kita sampai, kita langsung diserang,”
sebut Donny dalam pernyataannya.
Editor: Andhika Rizky Reihansyah


