โ”‚

Airlangga Hartarto Mundur sebagai Ketum Partai Golkar

Avatar Kevin Christopher Manoy
โ„น๏ธ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Jakarta, DNP News – Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan pengundurannya pada hari Minggu, 11 Agustus 2024.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” ucap Airlangga pada video resmi.

Airlangga menjelaskan alasan pengunduran dirinya semata-mata demi keutuhan partai.

Ia juga mengatakan alasan untuk lengser bertujuan menjaga stabilitas transisi pemerintahan saat ini.

Sebagaimana dilansir Antara, Airlangga resmi meletakkan tugasnya sejak Sabtu, 10 Agustus 2024 malam.

Lebih lanjut, Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Serta Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada sejumlah senior Golkar yakni: Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Luhut Binsar Pandjaitan, Akbar Tanjung, Agung Laksono, dan Muhammad Hatta.

“Kepada jajaran pengurus DPP Partai Golkar, serta kepada seluruh pimpinan partai kita di tingkat provinsi, kota dan kabupaten, saya percaya dapat terus menjaga soliditas dan kesinambungan Partai 
Golkar ini,” sambung Airlangga.

Selepas mundurnya Airlangga Hartarto, Partai Golkar mulai menyusun strategi internal, seperti penunjukan Plt ketua umum dan persiapan menggelar Munaslub. Proses berjalan bakal berlangsung damai, tertib, dan tetap menjunjung tinggi muruah Partai Golkar.

Konflik Internal Jadi Penyebab Airlangga Hartarto Mundur?

Pemerhati politik Institute for Democracy and Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, keputusan Airlangga untuk mundur dari Partai Golkar tak lepas dari benturan di tubuh internal partai.

Melansir Tempo, Ahmad menduga ada kelompok di internal Golkar yang mencoba mempertahankan kedaulatan politik partai dari intervensi eksternal. Namun, ada juga kelompok yang mencoba “bersimbiosis dengan kekuatan eksternal yang dekat dengan kekuasaan”.

“Faksi-faksi kekuatan di internal Golkar memiliki agenda kepentingan ekonomi-politik yang beragam,” terang Ahmad.

Ahmad juga menyebut adanya sosok invisible hand yang mempengaruhi keputusan Airlangga untuk lengser.

“Tampaknya kembali bergerak karena langkah dan keputusan Airlangga di sejumlah pilkada dianggap kurang tegas dan memunculkan ketidakpastian,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, santer beredar video pertemuan Airlangga dengan sejumlah petinggi Partai Golkar. Mereka dimaksud adalah: Bambang Soesatyo, Rizal Mallarangeng, Dito Ganinduto, Melchias Marcus Mekeng, Maman Abdurrahmah, dan Jusuf Hamka.

Pada video tersebut para petinggi Golkar itu sama-sama mengucapkan, ”Golkar, Munas (Musyawarah Nasional) Desember.” (*)

Editor: Kevin Manoy


Terima kasih telah membaca artikel berita dari DNP News. Dukung kami untuk terus memberi informasi yang lebih informatif dan lebih terinformasi. Info selengkapnya di sini.