Gibran Mundur dari Wali Kota Solo, Golkar Sebut Pilihannya Tepat

Avatar Andhika Rizky Reihansyah
ℹ️ Konten ini terbit pada 1 tahun yang lalu. Beberapa informasi mungkin sudah berubah.

Jakarta, DNP News – Partai Golkar menyebut keputusan Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari jabatan Wali Kota Solo adalah pilihan tepat.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan, mundurnya Gibran dapat membuatnya fokus mempersiapkan pemerintahan bersama presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Otomatis beliau sebagai Wali Kota harus mundur. Sehingga pekerjaan-pekerjaan di kota Solo bisa lancar,” kata Lodewijk saat ditemui di hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, Rabu (17/7).

Saat ditanya tentang Prabowo Subianto yang belum mundur dari jabatan Menteri Pertahanan, Lodewijk tidak memberikan komentar.

Gibran Rakabuming Raka resmi mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Solo.

Ia membawa dan menyerahkan langsung surat pengunduran diri kepada Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo pada Selasa (16/7).

Gibran yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan, ada beberapa alasan baginya untuk mundur lebih awal.

Salah satu alasannya adalah untuk persiapan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih pada 20 Oktober 2024 mendatang.

Ia mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang telah membantunya dalam mengawasi pemerintahan Kota Solo selama tiga tahun terakhir.

Selama menjabat sebagai pemimpin di Kota Solo, ia juga memohon maaf jika telah membuat kesalahan.

“Saya mohon doa agar semua dilancarkan. Makasih sudah ikut mengawal program pemerintah di tiga tahun terakhir. Makasih sudah jadi teman baik saya, memberitakan hal positif untuk perkembangan Solo. Mohon pamit, maaf jika ada yang salah,” pungkas Gibran.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menyebut, proses pengunduran diri merupakan ranah DPRD Kota Solo.

Teguh juga menyatakan surat pengunduran diri disampaikan sebelum DPRD Kota Solo melakukan rapat pembahasan Badan Anggaran DPRD Kota Solo.

Teguh Prakosa kemungkinan besar akan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Solo setelah pengunduran diri Gibran.

Sebelum berpindah ke Jakarta, ia mengaku akan membereskan rumah dinasnya di Loji Gandrung dan ruangan kantornya di Balai Kota Solo.

Setelahnya, sambil menunggu pelantikan, ia akan berkeliling Indonesia untuk mencari permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Khususnya permasalahan masyarakat yang berada di luar Pulau Jawa. (*)

Editor: Andhika Rizky Reihansyah